Sabtu, 05 Januari 2013

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM


STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

STRUKTUR KURIKULUM
A. Apa yang dimaksud dengan struktur kurikulum ?
Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

B. Apa dasar dan ketentuan struktur kurikulum ?
Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :
1.     Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri (lihat tabel di bawah).
2.     Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu.
3.     Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
4.     Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
5.     Minggu efektif dalam satu tahun pembelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu.

Komponen Kelas       dan                                                                              Alokasi Waktu
      VII              VIII        IX

A. Mata Pelajaran
1   Pendidikan Agama                                                                          2                2            2
2.  Pendidikan Kewarganegaraan                                                         2                2            2
3.  Bahasa Indonesia                                                                            4                4            4
4.  Bahasa Inggris                                                                                4                4            4
5.  Matematika                                                                                      4                4            4
6.  Ilmu Pengetahuan Alam                                                                  4                4            4
7.  Ilmu Pengetahuan Sosial                                                                 4                4            4
8.  Seni Budaya                                                                                    2                2            2
9.  Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan                               2                2            2
10.Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi                         2                2            2

B. Muatan Lokal                                                                                     2                2            2
C. Pengembangan Diri                                                                           2*)              2*)         2*)


Jumlah                                                                                           32              32          32

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Muatan Kurikulum
25.   Apa isi muatan kurikulum ?
Muatan kurikulum meliputi : mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

26. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima. Sebutkan !
      Lima kelompok mata pelajaran tersebut adalah :
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Kelompok mata pelajaran dan estetika
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

27. Apakah maksud dari setiap kelompok mata pelajaran ?
1.   Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama
2.   Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia
3.   Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri
4.   Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasikan keindahan dan harmoni
5.   Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

28. Apakah sekolah boleh menambah mata pelajaran ?
Boleh, sesuai dengan kekhasan daerah/satuan pendidikan dan diselenggarakan sebagai mata pelajaran muatan lokal.

IPA dan IPS Terpadu




29. Apa yang dimaksud dengan IPA terpadu ?

Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika, Kimia, Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.

30. Apa yang dimaksud dengan IPS terpadu ?

Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPS (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.

Seni Budaya
31. Berapa banyak bidang seni yang dapat diajarkan pada mata pelajara seni budaya ?

Minimal satu bidang seni (seni rupa, seni rupa, seni tari, atau seni teater).

Keterampilan/TIK

32. Apakah mata pelajaran keterampilan / TIK harus dilaksanakan keduanya ?

Tidak, satuan pendidikan memilih salah satu mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kesiapan suatu pendidikan. Apabila sekolah memiliki sumber daya pendidikan yang memadai untuk penyelenggaraan kedua mata pelajaran tersebut, salah satu mata pelajaran dikembangkan sebagai mata pelajaran muatan lokal atau pengembangan diri.

33. Jika sekolah memilih menyelenggarakan mata pelajaran keterampilan, berapa aspek keterampilan yang harus diajarkan ?

Aspek keterampilan yang harus diajarkan yaitu aspek kerajinan dan aspek teknologi. Pada aspek teknologi dipilih minimal satu subaspek (teknologi rekayasa, teknologi budidaya, atau teknologi pengolahan).

Muatan Lokal
34. Apa yang dimaksud dengan mata pelajaran muatan lokal ?

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan.

35. Apa ruang lingkup muatan lokal ?

Ruang lingkup muatan lokal meliputi :

a. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk :

* Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.
* Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah.
* Meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris untuk memenuhi tuntutan keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat).
* Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

b. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa : bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

36. Siapa yang membuat standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal ?

Dinas pendidikan provinsi menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal wajib dan disahkan oleh Gubernur. Satuan pendidikan menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal pilihan satuan pendidikan.

37. Berapa jenis muatan lokal yang dapat diselenggarakan oleh sekolah ?

Minimal satu. Apabila sekolah menawarkan lebih dari satu mata pelajaran muatan lokal, setiap peserta didik tidak harus mengikuti semua muatan lokal yang ditawarkan. Namun demikian, semua peserta didik harus mengambil mata pelajaran muatan lokal wajib.

38. Berapa alokasi waktu muatan lokal yang diizinkan ?

Minimal 2 jam pelajaran dan maksimal 6 jam pelajaran.

39. Bagaimana implementasi muatan lokal di sekolah ?

Pembelajaran mata pelajaran muatan lokal dilaksanakan sama dengan mata pelajaran muatan nasional. Namun demikian, apabila sekolah yang bersangkutan menyelenggarakan beberapa muatan lokal, muatan lokal yang diselenggarakan setiap semester dapat berbeda-beda. Agar peserta didik mencapai kompetensi yang memadai, sebaiknya yang bersangkutan mengikuti satu atau dua jenis muatan lokal saja dari kelas VII hingga IX.

Pengembangan Diri
40. Apa yang dimaksud dengan pengembangan diri ?

Pengembangan diri merupakan kegiatan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/Madrasah yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

41. Apa tujuan umum pengembangan diri ?

Tujuan umum pengembangan diri adalah untuk memberi kesempatan peserta didik mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
42. Apa tujuan khusus pengembangan diri ?

Tujuan khusus pengembangan diri adalah untuk menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan beragama, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karier, kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian.

43. Pengembangan diri meliputi kegiatan apa saja ?

Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/Madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen :

1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan :
1. Kehidupan pribadi
2. Kemampuan sosial
3. Kemampuan belajar
4. Wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan :

1. Kepramukaan
2. Latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja
3. Seni, olahraga, cinta alam, jurnalisik, teater, keagamaan.

44. Bagaimana cara menentukan program pengembangan diri ?

Program pengembangan diri ditentukan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Untuk mengetahui bakat dan minat mereka, angket dapat disebarkan kepada peserta didik.

45. Bagaimana mekanisme pelaksanaan pengembangan diri ?

Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah sesuai dengan jadwal kegiatan.

46. Bagaimana bentuk pelaksanaan pengembangan diri ?

a. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :

1. Layanan dan kegiatan pendukung konseling
2. Kegiatan ekstrakurikuler

b. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut :

1. Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan secara terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
2. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
3. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang ain, datang tepat waktu.

47. Siapa yang membimbing kegiatan diri ?

Pendidik, instruktur, dan alumni di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).

48. Berapa jam alokasi waktu pengembangan diri ?

Alokasi waktu pengembangan diri setara (ekuivalen) dengan 2 jam pelajaran.

49. Bagaimana penilaian pengembangan diri ?

Penilaian pengembangan diri dilakukan dengan cara observasi dan bentuk nilainya diberikan secara kualitatit deskriptif.

50. Siapa yang melakukan penilaian pengembangan diri ?

Penilai pengembangan diri dilakukan oleh pembimbing kegiatan pengembangan diri di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan
51. Sistem apakah yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan ?

Sistem paket atau sistem kredit semester.
52. Apa yang dimaksud dengan sistem paket ?

Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang setara didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan.

53. Apa yang dimaksud sistem kredit semester ?

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Beban Belajar
54. Bagaimana bentuk rumusan beban belajar ?

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak teratur.


55. Apa yang dimaksud dengan kegiatan tatap muka ?

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.

56. Apa yang dimaksud dengan penugasan terstruktur ?

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

57. Apa yang dimaksud dengan kegiatan mandiri tidak terstruktur ?

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

58. Berapa banyak tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang dapat diberikan kepada peserta didik ?

Tugas terstruktur dan mandiri tidak terstruktur harus dapat diselesaikan dengan maksimal 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pembelajaran yang bersangkutan.

Ketuntasan Belajar
59. Apa yang dimaksud dengan ketuntasan belajar ?

Ketuntasan belajar adalah tingkat ketercapaian kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran.

60. Apa yang dimaksud dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) ?

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal pencapaian kompetensi pada setiap aspek penilaian mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik.

61. Bagaimana menentukan KKM ?

KKM ditentukan melalui analisis tiga hal, yaitu tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata siswa, dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah.

62. Siapa yang menentukan KKM ?

Kesempatan kelompok guru mata pembelajaran berdasarkan hasil analisis SWOT satuan pendidikan yang bersangkutan.
63. Berapa persen kriteria ketuntasan minimal yang ideal ?

Kriteria ketuntasan minimal ideal adalah 75%.
64. Apakah sekolah boleh menetapkan kriteria ketuntasan minimal lebih rendah atau lebih tinggi dari 75% ?

Boleh, menyesuaikan dengan memperhatikan/mempertimbangkan tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata siswa, dan tingkat kemampuan sumberdaya dukung sekolah.

65. Bagaimana perlakuan terhadap peserta didik yang belum tuntas dan yang sudah tuntas ?

Peserta didik yang belum tuntas diberi program remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberi program pengayaan.
66. Apa yang dimaksud dengan remedial ?

Program remedial adalah kegiatan pembelajaran yang ditujukan untuk membantu peserta didik mencapai atau menguasai kompetensi dasar dengan LKM yang ditetapkan.

Remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Penilaian kegiatan remedial dapat dilakukan melalui tes maupun penugasan.

67. Apa yang dimaksud dengan program pengayaan ?

Program pengayaan adalah program pendalaman kompetensi yang diberikan kepada peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal agar peserta didik yang bersangkutan memiliki kompetensi yang lebih luas dan tinggi

68. Bolehkah KKM diubah ?

Boleh, dan diharapkan KKM dinaikan dari waktu ke waktu.

Kenaikan Kelas dan Kelulusan

69. Apa kriteria kenaikan kelas ?

* Tuntas pada seluruh SK dan KD sesuai dengan KTSP
* Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari empat mata pelajaran.
* Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
* Jika karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

70. Apa kriteria kelulusan ?

Peserta didik dapat dinyatakan lulus apabila yang bersangkutan :

* Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
* Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
* Lulus ujian sekolah/Madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dan
* Lulusan ujian nasional

Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills)

71. Apa yang dimaksud dengan kecakapan hidup (life skills) ?

Kecakapan hidup (life skills) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.


72. Apa tujuan pendidikan kecakapan hidup ?

Tujuan umum pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang secara menyeluruh.

Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah :

a.Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah, misalnya narkoba dan sosial.

b.Memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karier peserta didik.

c.Memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

d.Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas (broad-based education).

e.Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya dilingkungan sekolah dan di masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.

73. Kecakapan hidup apa saja yang dikembangkan melalui pembelajaran ?

a. Kecakapan personal, meliputi :

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berpikir rasional, memahami diri sendiri, percaya diri, bertanggung jawab, menghargai dan menilai diri.

b. Kecakapan sosial, meliputi :

Kecakapan kerjasama, menunjukan tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam budaya lokal dan global, berinteraksi dalam masyarakat, meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap disiplin, membudayakan sikap hidup sehat.

c. Kecakapan akademik, meliputi :

Menguasai pengetahuan, menggunakan metode dan penelitian ilmiah, bersikap ilmiah, mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat, mengembangkan berpikir strategis, berkomunikasi secara ilmiah, memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara mandiri, menggunakan teknologi, menggunakan pengetahuan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

d. Kecakapan vokasional, meliputi :

Keterampilan yang berkaitan dengan kejujuran (misalnya menjahit, bertani, beternak, dan otomotif), keterampilan bekerja, keterampilan berwirausaha, keterampilan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keterampilan merangkai alat.

74. Bagaimana mengimplementasikan pendidikan kecakapan hidup di sekolah ?

Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam beragam mata pelajaran yang ada di tingkat satuan pendidikan. Misalnya, dalam pembelajaran matematika tidak konsep-konsep matematika yang diajarkan, akan tetapi juga kecakapan lainnya seperti bekerjasama dan berkomunikasi.

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

75. Apa yang dimaksud dengan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ?

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi, ekologi, dan lain-lain, yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

76. Bagaimana penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ?

Pendidikan berbasis keunggulan dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Satuan pendidikan dapat dimasukan potensi lokal untuk diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tertentu sebagai sumber belajar.

Contoh pendidikan berbasis keunggulan lokal :

Potensi lokal daerah Jepara, sebagai produsen ukiran kayu, dapat dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran seni budaya (seni rupa), IPS (kegiatan ekonomi, sosial budaya/hubungan motif ukiran dengan sejarah), keterampilan pada aspek kerajinan.

Contoh pendidikan berbasis keunggulan global :

Perkembangan teknologi dengan tersedianya layanan internet yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk semua mata pelajaran

F. Kalender Pendidikan
80. Apa yang dimaksud dengan minggu efektif belajar ?

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan, yaitu 34-38 minggu.

81. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran efektif ?

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu , meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal , yaitu 32 – 36 Jam Pembelajaran.

82. Apa yang dimaksud dengan waktu libur ?

Waktu libur adalah waktu yang di tetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antara semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari – hari besar nasional, dan hari libur khusus.

83. Siapa yang menyusun kalender pendidikan dan apa dasar penyusunan?

Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing – masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi dana waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah / Pemerintah Daerah.

84. Berapa alokasi waktu untuk minggu efektif belajar?

Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu dalam satu tahun pelajaran.

85. Berapa alokasi waktu untuk kegiatan jeda tengah semester ?

Maksimum 2 minggu untuk satu tahun pelajaran ( satu minggu untuk satu semester ).

86. Berapa alokasi waktu untuk kegiatan jeda antara semester?

Maksimum 2 minggu antara semester 1 dan semester 2.

87. Barapa alokasi waktu untuk libur akhir tahun?

Maksimum 3 minggu, digunakan untuk penyiapan dan administrasi akhir dan awal tahun ajaran.

88. Berapa alokasi waktu untuk hari libur keagamaan ?

Minimal 2 minggu dan maksimal 4 minggu .daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur nya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif yang ditetapkan

89. Berapa alokasi waktu untuk libur umum ?

Maksimum 2 minggu ,disesuaikan dengan peraturan pemerintah.

90. Berapa alokasi waktu untuk libur khusus?

Maksimum 1 minggu . satuan pendidikan dengan ciri khas tertentu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing- masing.

91. Berapa alokasi waktu kegiatan khusus sekolah / Madrasah?

Maksimum 3 minggu, digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah / Madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

G. Lampiran – lampiran
92. Dokumen apa saja yang perlu dikembangkan dan dilampirkan dalam KTSP?

Dokumen yang perlu dikembangkan dan dilampirkan adalah program tahunan , program semester , silabus, RPP, SK , dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya , misalnya pemetaan KD atau Indikator.

H. Program Tahunan dan Program Semester
93. Apa yang dimaksud program tahunan dan program semester ?

Program tahunan adalah perencanaan untuk kurun waktu satu tahun yang SK / KD dan alokasi waktu pembelajaran untuk setiap SK/KD.

Program semester adalah perencanaan untuk kurun waktu satu semester yang berisi SK/KD dan alokasi waktu pembelajaran untuk setiap SK/KD , dan waktu pelaksanaan pembelajaran pada setiap minggu nya.

94. Apa yang menjadi dasar penyusunan program tahunan dan program semester ?

SK.KD dan kalender pendidikan yang sudah dibuat oleh satuan pendidikan .

95. Apa guna program tahunan dan semester ?

Untuk memetakan alokasi waktu setiap kompetensi yang akan dibelajarkan selama satu tahun dan satu semester agar waktu dapat dipergunakan secara efektif dan efisien.

I. Silabus

Pengertian dan komponen silabus

96. Apa itu silabus?
Silabus adalah penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pembelajaran , kegiatan pembelajaran , dan indikator pencapaian kompentensi.

97. Siapa yang menyusun silabus ?
Silabus disusun oleh guru kelas / mata pelajaran , atau kelompok guru kelas / mata pelajaran , atau musyawarah guru mata pelajaran ( MGMP ) di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan .

98. Apa komponen – komponen Silabus?
Komponen – komponen silabus adalah :
- Identitas
- Standar kompetensi
- Kompetensi dasar
- Materi pembelajaran
- Kegiatan Pembelajaran
- Indikator
- Penilaian
- Alokasi waktu
- Sumber belajar

99. Komponen silabus apa yang perlu dikembangkan oleh sekolah?
Komponen silabus yang dikembangkan oleh sekolah adalah Identitas, Standar kompetensi, Kompetensi dasar, materi pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian
Alokasi waktu dan Sumber belajar.

Format Silabus
100. Bagaimana format Silabus ?
Silabus dapat disusun dalam beberapa format. Berikut adalah contoh-contoh format dan contoh pengisiannya.

Format 1 : Horisontal

SILABUS

Sekolah : SMP …..
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/semester : VII/1
Standar Kompetensi : Mendengarkan
1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita

Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
1.1. Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat

*Mendengarkan berita
*Menuliskan pokok-pokok berita
*Memberikan tanggapan terhadap isi berita lewat diskusi
*Menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
*Menyimpulkan isi berita dalam satu alinea
*Mampu menunjukan pokok-pokok berita yang didengarkan.
*Mampu menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita.
*Mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea

Tes tertulis Tes uraian • Tuliskan minimal tiga pokok berita yang terdapat dalam rekaman berita berikut ini
• Tunjukan intisari pokok-pokok beritanya
• Tuliskan simpulkan isi berita yang kamu dengarkan kedalam satu alinea
2 x 40 menit TV/Radio kaset/CD berita
Teks berita

1.2. Menuliskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat Penulisan berita (yang didengarkan) • Mendengarkan berita yang dibacakan di radio/televisi

*Mendiskusikan pokok-pokok berita
*Menuliskan pokok-pokok berita yang dikembangkan ke dalam beberapa kalimat
*Mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/televisi.
*Mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Tes tertulis
*Dengarlah berita di……..pada pukul…….malam nanti, kemudian tentukan pokok-pokok beritanya !
*Tuliskan isi berita yang kamu dengarkan ke dalam beberapa kalimat ! 2 x 40 menit TV/Radio kaset/CD berita
Teks berita

Format 2 : Horisontal

SILABUS

Sekolah : SMP …..
Kelas/semester : VII/1
Mata Pelajaran : Matematika

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
1. Bilangan 1.1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Bilangan bulat dan bilangan pecah Melakukan diskusi tentang jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan)
Menyebutkan bilangan bulat
Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat
• Memberikan contoh bilangan bulat Tes tertulis Tes uraian
• Tulislah 5 bilangan bulat yang lebih dari -3 dan kurang dari 10
1 x 40 menit Buku teks
Garis bilangan
Termometer
Tangga rumah
Kue yang bulat
Lingkungan
Buah

Membuat garis bilangan dan menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan • Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan Tes tertulis Tes uraian
Letakkanlah bilangan -1, 0, dan 3 pada garis bilangan tersebut 1 x 40 menit

1.2. Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah Bilangan bulat dan bilangan pecah Melakukan diskusi tentang sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi pada bilangan bulat (pengulangan) Menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pada bilangan bulat Tes tertulis Tes uraian Isilah titik-titik berikut ini :
1. a. 9 + 6 = …
b. 6 + 9 = …
jadi 9 + 6 = … + …
2. a. 3 x (5 x 4) = …
b. (3 x 5) x 4 = …
jadi 3 x (5 x 4) = (…x…)x…

Format 3 : Vertikal

SILABUS

Nama Sekolah :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :

I. Standar Kompetensi
II. Kompetensi Dasar
III. Materi Pembelajaran
IV. Kegiatan Pembelajaran
V. Indikator
VI. Penilaian
VII. Alokasi Waktu
VIII. Sumber Belajar

101. Bagaimana menentukan materi pembelajaran dalam silabus ?
Materi pembelajaran ditentukan dengan cara mengidentifikasikan bahan ajar yang relevan dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan :
a. Potensi peserta didik
b. Relevansi dengan kepentingan lokal, nasional, dan global
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan sosial, dan spiritual peserta didik.
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
g. Alokasi waktu

Selain itu juga harus memperhatikan :
a. Kesahihan (validity) : materi memang benar-benar teruji kebenarannya.
b. Tingkat kepentingan (significance) : materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa
c. Kebermanfaatan (utility) : materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya.
d. Layak dipelajari (learnability) : materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat.
e. Menarik minat (interest) : materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.

102. Apa yang dimaksud dengan kegiatan pembelajaran ?
Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang melibatkan peserta didik dalam proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran harus mengembangkan kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

103. Apa prinsip-prinsip pengembangan kegiatan pembelajaran ?
Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
Urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

Indikator Pencapaian Kompetensi

104. Apa yang dimaksud dengan indikator pada silabus ?
Indikator merupakan kriteria pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

105. Bagaimana merumuskan indikator pada silabus ?
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau untuk diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

Contoh :

Mata pelajaran Bahasa Indonesia

Kompetensi Dasar Indikator
Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat • Menunjukan pokok-pokok berita yang diajarkan
• Merangkai pokok-pokok berita menjadi isi berita
• Menyimpulkan isi berita dalam satu alinea

Mata pelajaran Keterampilan

Kompetensi Dasar Indikator
Membuat keemasan benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias dengan sentuhan estetika sehingga siap dipamerkan atau dijual • Membuat desain keemasan
• Menyiapkan bahan dan alat sesuai kebutuhan desain
• Membuat kemasan karya sesuai desain
• Memamerkan dan menjual karya

Teknik Penilaian
106. Bagaimana menentukan teknik penilaian ?
Teknik penilaian ditentukan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi dasar.

107. Teknik penilaian dan bentuk instrumen apa saja yang dapat digunakan dalam penilaian ?
Teknik penilaian dan bentuk instrumen yang digunakan antara lain :

Teknik Bentuk Instrumen
• Tes tulis • Tes isian
• Tes isian
• Tes pilihan ganda
• Tes menjodohkan
• Dll
• Tes lisan • Daftar pertanyaan
• Tes unjuk kerja • Tes identifikasi
• Tes simulasi
• Uji produk
• Uji prosedur
• Uji prosedur dan produk
• Penugasan • Tugas proyek
• Tugas rumah
• Observasi • Lembar observasi
• Wawancara • Pedoman wawancara
• Portofolio • Dokumen pekerjaan, karya, dan/atau prestasi siswa
• Penilaian diri • Lembar penilaian diri

108. Bagaimana menentukan butir soal dalam kolom contoh instrumen pada format silabus ?
Butir soal ditentukan berdasarkan teknik dan bentuk penilaian yang sesuai dengan tuntutan indikator pencapaian kompetensi dasar.

Alokasi Waktu Pembelajaran
109. Bagaimana menentukan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar ?
Menentukan alokasi waktu harus mempertimbangkan ketentuan sebagai berikut :
• Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.
• Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar dalam pembelajaran.

Sumber Belajar
110. Apa yang dimaksud dengan sumber belajar ?
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.
111. Bagaimana menentukan/memilih sumber belajar ?
Sumber belajar dipilih berdasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sumber belajar dalam satu silabus sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas pada peserta didik.

J. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pengertian RPP
112. Apa yang dimaksud dengan RPP ?
RPP adalah penjabaran silabus yang menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. RPP digunakan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan.

Komponen dan Format RPP
113. Apa saja komponen minimal RPP ?
RPP sekurang-kurangnya memuat :
• Tujuan Pembelajaran
• Materi Pembelajaran
• Metode Pembelajaran
• Sumber Belajar
• Penilaian Hasil Belajar

114. Bagaimana format RPP yang dapat dikembangkan ?
Model format RPP yang dapat dikembangkan antara lain sebagai berikut :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Pertemuan :
Alokasi Waktu :
Standar Kompetensi :
Kompetensi Dasar :
Indikator :

A. Tujuan Pembelajaran
B. Materi Pembelajaran
C. Metode Pembelajaran
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
2. Kegiatan Inti
3. Kegiatan Akhir/Penutup
E. Sumber Belajar
F. Penilaian

Tujuan Pembelajaran dalam RPP
115. Bagaimana Tujuan Pembelajaran dalam RPP dirumuskan ?
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan SK, KD, dan indikator yang telah ditulis dalam silabus dan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati.

Tujuan pembelajaran dapat ditulis dalam bentuk kalimat lengkap, menggunakan rumus Audience (peserta didik), Behaviour (perilaku dalam bentuk kata kerja operasional), Condition dan Degree (ABCD).

Contoh :
Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan KD :
Kompetensi dasar : menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan kata dan kalimat efektif.
Tujuan pembelajaran : siswa dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan kata yang tepat dan kalimat efektif.

Tujuan pembelajaran : siswa dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan kata yang tepat dan kalimat efektif.

Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan indikator :
Kompetensi dasar : membuat kemasan benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias dengan sentuhan estetika sehingga siap dipamerkan atau dijual.
Indikator : membuat desain kemasan produk kerajinan.
Tujuan pembelajaran : peserta didik dapat membuat desain kemasan produk kerajinan dengan sentuhan estetika.

Tujuan Pembelajaran dalam RPP

116. Bagaimana Materi Pembelajaran dalam RPP dikembangkan ?
Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dikembangkan dengan mengacu pada materi pembelajaran dalam silabus.

Contoh :
KD : membuat benda fungsional menggunakan bahan lunak dengan berbagai teknik.
Materi pembelajaran dalam silabus :
Pembuatan desain
Materi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam RPP misalnya :
Pembuatan desain benda fungsional …
Pembentukan desain benda fungsional …
Pembuatan hiasan
Penyelesaian akhir

Metode Pembelajaran dalam RPP
117. Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran dalam RPP ?
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih, misalnya metode tanya-jawab, diskusi, eksperimen, dan pendekatan beberapa model pembelajaran seperti pendekatan model CTL, dan pembelajaran kooperatif.

Langkah-Langkah Pembelajaran dalam RPP
118. Komponen apa yang terdapat pada langkah pembelajaran dalam RPP ?
Langkah pembelajaran meliputi 3 tahapan, yaitu :
A. Kegiatan pendahuluan
• Motivasi
• Apersepsi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran/kompetensi

B. Kegiatan inti
• Kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode dan model pembelajaran yang bervariasi
• Kegiatan pembelajaran dengan berbagai media yang dapat mengembangkan pengalaman belajar menyenangkan.
• Pengembangan kecakapan hidup melalui kegiatan pembelajaran peserta didik.

C. Kegiatan penutup
• Refleksi
• Kesimpulan
• Evaluasi
• Penugasan
Langkah-langkah pembelajaran sebaiknya merupakan implementasi dari metode pembelajaran yang dirumuskan sebagai uraian kegiatan pembelajaran yang terdapat pada silabus.

Sumber Belajar dalam RPP
119. Bagaimana sumber belajar dalam RPP ditentukan ?
Sumber belajar dalam RPP ditentukan dengan mengacu pada sumber belajar yang terdapat dalam silabus dengan mempertimbangkan :
• Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
• Sumber belajar dapat berupa media cetak, elektronik, narasumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
• Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
• Sumber belajar dipilih yang mutakhir dan menarik.

Perencanaan Penilaian dalam RPP
120. Bagaimana menyusun perencanaan penilaian dalam RPP ?
Penilaian dalam RPP mengacu pada penilaian yang terdapat dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap. Penilaian dalam silabus dituliskan hanya contoh instrumen/soal, sedangkan dalam RPP semua instrumen/soal ditulis lengkap (disertai kriteria penilaian) sesuai KD dan indikator dalam RPP.

121. Bisakah disajikan contoh RPP ?

Contoh RPP :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/1
Standar Kompetensi : 2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman
Kompetensi Dasar : 2.1 Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif
Indikator : 1. Siswa dapat mengidentifikasi pengalaman yang mengesankan
2. Siswa dapat menentukan pengalaman yang paling mengesankan dari daftar pengalaman yang diidentifikasi
3. Siswa dapat menyusun pokok-pokok cerita berdasarkan pengalaman yang paling mengesankan
4. Siswa dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok cerita yang disusun dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif.
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif

B. Materi Pembelajaran
Penyampaian cerita
a. Daftar pengalaman siswa
b. Cara menyampaikan cerita
c. Bercerita

C. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Inkuiri
c. Demonstrasi

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1. Siswa mencermati cerita pengalaman dari narasumber
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang isi cerita pengalaman
3. Siswa mengidentifikasi kebermaknaan bercerita pengalaman
b. Kegiatan Inti
1. Siswa mengidentifikasi pengalaman masing-masing
2. Siswa memilih pengalaman yang paling mengesankan
3. Siswa mendiskusikan pengalaman yang paling mengesankan untuk ditentukan sebagai bahan cerita.
4. Siswa mengidentifikasikan pokok-pokok pengalaman yang paling mengesankan
5. Siswa menyusun pokok-pokok pengalaman yang paling mengesankan sebagai bahan cerita
6. Siswa dan guru menyepakati format penilaian bercerita
7. Siswa berlatih menceritakan pengalaman sesuai dengan pokok-pokok pengalaman yang disusunnya.
8. Siswa menceritakan pengalaman masing-masing secara individual.

c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan bercerita sebelumnya
2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya
b. Kegiatan Inti
1. Siswa menceritakan pengalaman secara individu
2. Siswa lain dan guru menilai siswa yang tampil
3. Secara bergantian siswa menilai temannya yang tampil dan memberikan komentar
4. Siswa dan guru menentukan tiga pencerita terbaik
5. Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman

c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru merangkum dan menyimpulkan cara bercerita yang baik
2. Siswa dan guru melakukan refleksi
3. Siswa dan guru merancang pembelajaran berikutnya berdasarkan pengalaman pembelajaran saat itu.

E. Sumber Belajar
a. Bagan identifikasi pengalaman
b. Gambar
c. VCD
d. Narasumber
e. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

F. Penilaian
a. Teknik : Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja prosedur dan produk
c. Soal /Instrumen :

1. Identifikasi minimal tiga pengalamanmu yang paling mengesankan !
Pedoman penskoran :
Kegiatan Skor
Siswa menuliskan 3 pengalaman atau lebih 2
Siswa menuliskan 1-2 pengalaman 1
Siswa tidak menuliskan apa-apa 0

2. Tentukan satu pengalaman yang kamu anggap paling mengesankan dari daftar yang telah kamu buat untuk diceritakan!
Pedoman penskoran :
Kegiatan Skor
Siswa menentukan satu pengalaman yang mengesankan 1
Siswa tidak menuliskan apa-apa 0

3. Susunlah pokok-pokok cerita pengalaman yang paling mengesankan itu dengan runtut !
Pedoman penskoran :
Kegiatan Skor
Siswa menyusun pokok-pokok cerita pengalaman yang mengesankan dengan runtut 2
Siswa menyusun pokok-pokok cerita pengalaman yang mengesankan, tapi tidak runtut 1
Siswa dapat menuliskan apa-apa 0

4. Ceritakanlah secara lisan pengalaman yang mengesankan itu berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah kamu susun dengan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang efektif!

Rubrik Penilaian Bercerita (perlu disepakati dulu oleh guru dan siswa)
Berilah tanda cek (√) pada kolom nilai 1, 2, 3, atau 4 dengan ketentuan : 1 = kurang; 2 = sedang; 3 = baik; 4 = sangat baik.

Nama siswa : ………………………………………..
Tanggal : ………………………………………..
Judul Cerita : ………………………………………..
No. Aspek Deskriptor 1 2 3 4

1    Kesesuaian isi Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disuse
2    Kesesuaian visualisasi Visualisasi mendukung isi cerit
3    Pelafalan Pelafalan ata secara jelas dan tepa
4    Jeda dan intonasi Pengaturan jeda, tinggi-rendah nada, keras-lemah suara, dan cepat-lambat cerit
5    Gerak/Mimik Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan

Skor maksimal :

No.                1 =          2
No.                2 =           2
No.                3 =           1
No.                4 =         20
Jumlah             =         25

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut :

Nilai Akhir = x Skor Ideal (100) = . . .

Mengetahui:
Kepala Sekolah,                                                                 Guru Mata Pelajaran,


NIP__________________                                                            NIP__________________



Daftar Singkatan :
• BSNP          : Badan Standar Nasional Pendidikan
• IPA             : Ilmu Pengetahuan Alam
• IPS             : Ilmu Pengetahuan Sosial
• KBK            : Kurikulum Berbasis Kompetensi
• KD              : Kompetensi Dasar
• KKM           : Kriteria Ketuntasan Minimal
• KTSP          : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
• MBS           : Manajemen Berbasis Sekolah
• RPP            : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
• SK              : Standar Kompetensi
• SI                : Standar Isi
• SKL            : Standar Kompetensi Lulusan
• SNP            : Standar Nasional Pendidikan
• TIK             : Teknologi Informasi dan Komunikasi
• UN : Ujian Nasional

posting by Muhammad Nur 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar